Berbagai Kesalahan Investasi Yang Sering Dilakukan Investor

Investasi adalah salah satu pilihan untuk memutar uang dan mendapatkan penghasilan pasif jangka pendek atau panjang. Sayangnya, berbagai kesalahan investasi sering dilakukan oleh investor pemula.

Alih-alih mendapatkan keuntungan, karena sering melakukan kesalahan, uang investasi-nya justru berkurang. Untuk menghindari kerugian yang lebih parah, seorang investor harus memahami beberapa poin di bawah ini.

Kesalahan Investasi Yang Sering Dilakukan Investor

1. Tidak Memiliki Tujuan Investasi Yang Jelas

Kesalahan pertama yang sering dilakukan oleh investor pemula adalah tidak memiliki tujuan investasi yang jelas. Investasi yang dilakukan harus memiliki tujuan mentah itu jangka pendek atau jangka panjang.

Dengan tujuan ini Anda bisa melakukan investasi dengan jelas. Misal ingin investasi yang keuntungannya cepat dan jangka waktunya pendek. Tentu Anda tidak bisa melakukan investasi pada sektor saham yang nilainya mengalami naik dan turun sepanjang tahun.

Beberapa orang ada yang suka melakukan investasi jangka pendek yang akan dipakai untuk berlibur. Bisa mereka menggunakan uangnya untuk investasi selama 1-2 tahun saja. Lanjutnya semua dan akan ditarik untuk keperluan rekreasi.

Lebih lanjut ada juga yang ingin melakukan investasi jangka panjang selama 10-20 tahun. Investasi ini dilakukan untuk menunjang hari tua atau pensiun. Misal saat pensiun uang bisa diambil untuk keperluan membeli rumah di daerah tertentu atau menunjang kehidupan sehari-hari.

2. Tidak Mempelajari Jenis Investasi dengan Baik

Sebelum melakukan investasi Anda disarankan untuk mempelajari semuanya dengan baik. Jangan hanya melakukan investasi karena hal ini menjadi tren dan agar terlihat keren di mata orang di sekitarnya.

BACA JUGA :  Cara Mengatasi Rasa Takut Yang Berlebihan

Pelajari jenis investasi yang menurut Anda menarik terlebih dahulu. Bisa melakukan investasi pada pasar saham. Pelajari apa saja yang ada di sana mulai dari jenis saham blue chip sampai ke istilah-istilah lain seperti ARB hingga ARA.

Semakin paham dengan informasi investasi. Anda tidak akan mudah terpengaruh dan bisa fokus pada investasi yang benar-benar dibutuhkan.

3. Tidak Acuh dengan Risiko

Risiko investasi adalah hal wajar yang harus dihadapi oleh semua investor. Risiko yang dihadapi ini bisa saja besar atau kecil tergantung dengan jenis investasi yang mereka ambil. Biasanya investasi yang bisa mendatangkan cukup banyak keuntungan juga memiliki risiko yang besar.

Bisa pada investasi yang dilakukan pada pasar valuta asing atau Forex. Keuntungan yang besar bisa didapatkan disini dalam beberapa hari saja, tapi juga memiliki risiko untuk membuat Anda rugi.

Risiko yang paling kecil dimiliki oleh jenis investasi tabungan berjangka atau deposito. Emas juga masuk ke dalam investasi dengan risiko kecil.

4. Hanya Investasi di Satu Tempat

Jika memiliki dana atau modal besar usahakan untuk tidak melakukan investasi pada satu tempat saja. Bisa investasi pada pasar modal saja atau reksadana.

Beberapa investor menyarankan untuk membagi investasi ke beberapa jenis layanan. Diversifikasi investasi ini akan menurunkan risiko terjadi kerugian jika salah satu platform mengalami masalah dan menyebabkan uang investasi berkurang.

BACA JUGA :  Memahami Apa Itu Reksadana Pasar Uang

5. Suka Ikut-Ikutan

Dalam beberapa tahun ke belakang investasi menjadi tren di kalangan milenial. Semua orang menyisihkan gajinya untuk melakukan berbagai investasi sesuai dengan peran yang ada di sekitarnya. Bisa melakukan investasi pada pasar saham.

Selain itu ada juga investasi yang dilakukan pada sektor kriptokurensi. Investasi ini memang banyak dilakukan oleh masyarakat. Namun, Anda tidak bisa melakukannya hanya karena ingin ikut-ikutan saja.

Seperti yang sudah dijelaskan pada beberapa poin di atas. Mempelajari jenis investasi sangat penting sebelum melakukannya. Jangan hanya mengikuti arus dan akhirnya tidak sadar dengan risiko yang didapatkan.

Kesalahan investasi sering sekali dilakukan oleh investor pemula. Hal ini bisa memicu kerugian yang besar jika tidak segera dibenahi. Bahkan, bukan tidak mungkin investasi menyebabkan Anda memiliki hutang yang besar.

Hindari berbagai kesalahan investor pemula. Sebelum memutuskan untuk melakukan investasi, ada baiknya untuk mempelajari semuanya dengan baik. Selain itu, jangan hanya mengikuti trend dan belajar investasi dari orang yang salah.

Related Posts