Berbagai Teknik Cold Calling Yang Paling Efektif

Di dalam dunia sales tentu saja tidak bisa hanya menggunakan satu teknik saja. Sebab yang dihadapi adalah manusia dengan emosi berbeda sehingga dibutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Ada cara cold calling yang efektif digunakan untuk meningkatkan penjualan.

Mungkin sebagian besar orang masih belum mengetahui bahkan asing dengan istilah tersebut. Padahal apabila dikuasai oleh para penjual maka penjualan pun bisa meningkat dengan pesat, berikut ini penjelasan lengkap mengenai cold calling.

Pengertian Cold Calling

Pengertian cold calling secara singkat yaitu proses komunikasi penjual dengan pembeli yang sebelumnya tidak mengetahui sama sekali produk. Cara ini merupakan hal yang sangat menantang. Sebab, penjual harus bisa meyakinkan calon pembeli yang bahkan tidak mengetahui produknya sama sekali.

Meski tidak memiliki pengetahuan tentang produk, jika penjual melakukan teknik cold calling dengan efektif maka bisa menghasilkan penjualan. Sebenarnya cold calling ini merupakan teknik selling yang sudah ada sejak lama.

Meski demikian masih banyak juga perusahaan besar yang masih setia menggunakan teknik ini. Namun tentu saja harus siap dengan berbagai macam cara penolakan. Sebab penjual harus menghubungi calon konsumen yang sama sekali tidak paham tentang produk.

Teknik Cold Calling yang Paling Efektif

Ada beberapa cara cold calling asuransi, jasa, maupun produk lainnya yang bisa disesuaikan dengan produk Anda. Berikut ini teknik-teknik yang harus dipelajari agar cold calling efektif digunakan.

Melakukan Riset Terlebih Dahulu

Jika Anda ingin melakukan teknik cold calling, maka risetlah terlebih dahulu. Banyak sekali orang yang langsung menghubungi calon konsumennya tanpa melakukan riset. Hal tersebut tentu saja akan sia-sia karena prospek yang dihubungi belum tentu bagus untuk pasar produk Anda.

Riset dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial, mesin pencari dan perangkat digital lainnya. Dengan melakukan riset Anda dapat menemukan prospek yang lebih tepat sasaran dibandingkan menghubungi secara acak.

Mulai Dengan Dialog Bukan Presentasi

Contoh percakapan cold calling yang baik adalah memulainya dengan dialog. Jangan sampai ketika menghubungi calon konsumen Anda langsung membeberkan semua fitur produk. Sudah jelas calon konsumen akan kabur karena langsung diberi materi produk.

Untuk itu sebaiknya mulailah dengan dialog seperti menanyakan kabar. Buatlah calon konsumen merasa nyaman berbicara dengan Anda sebelum menjelaskan produk. Hal ini untuk meminimalkan calon konsumen yang langsung menutup telepon.

Membuat Poin Penting yang Akan Dibicarakan

Sebelum melakukan cold calling sebaiknya Anda buat terlebih dahulu poin-poin apa saja yang akan disampaikan. Jangan membuat script secara keseluruhan. Sebab dapat membuat semua hal yang disampaikan terkesan kaku.

Anda hanya perlu menuliskan poin penting yang harus dijabarkan. Misalnya perkenalan, menjelaskan manfaat produk dan cara melakukan pembelian. Dengan demikian arah pembicaraan menjadi lebih terarah. Anda pun tidak akan bingung saat menjelaskan melalui telepon.

Berbicara dengan Percaya Diri

Banyak sekali yang gagal mendapatkan konsumen dengan teknik cold calling karena kurang percaya diri. Apabila berbicara tanpa percaya diri maka calon konsumen pun akan ragu dengan apa yang Anda ucapkan. Terutama manfaat dari produk yang sangat penting untuk menarik hati pelanggan baru.

Maka dari itu percaya dirilah saat berbicara agar calon konsumen lebih yakin untuk membeli produk Anda. Jangan sampai calon konsumen yang sudah paham dengan produk malah menjadi ragu karena ketidakpercayaan diri Anda.

Tidak Mudah Menyerah

Melakukan teknik cold calling memang akan menguras tenaga yang lebih banyak. Sebab Anda harus menghadapi manusia dan penolakan secara langsung. Namun jangan sampai hal-hal tersebut membuat Anda menjadi patah semangat.

Apabila gagal menarik perhatian satu konsumen, maka Anda harus yakin dapat membawa 10 konsumen baru. Jika langsung menyerah saat mendapat penolakan maka Anda akan kehilangan kesempatan-kesempatan lainnya. Maka dari itu selalu semangat meski mendapat penolakan berkali-kali.

Beberapa cara cold calling tersebut bisa Anda coba praktekkan untuk meningkatkan penjualan. Hal yang paling penting adalah selalu percaya diri dan tidak mudah patah semangat. Sebab, jika tidak percaya diri dan mudah menyerah maka Anda akan lebih kesulitan untuk menerapkan teknik cold calling tersebut.

Related Posts