Kenali Profil Risiko Sebelum Membeli Reksa Dana

Kenali Profil Risiko Sebelum Membeli Reksa Dana

Begitu mendengar kata reksa dana tentu sudah tidak asing lagi dalam pendengaran kita. Reksa dana sendiri merupakan wadah bagi dana atau saham bagi para investor dengan tujuan berinvestasi dengan cara membeli unit reksa dana.

Bagi investor pemula alangkah baiknya jika kita berusaha kenali profil risiko reksa dana. Lantas apa pula yang dimaksud dengan profil risiko? Bagaimana cara memilihnya?

Pahami Dan Kenali Profil Risiko Reksa Dana

Profil risiko merupakan faktor penentu dalam Investasi reksa dana, terutama bagi para investor pemula. Seperti yang kita ketahui dalam reksadana ada ratusan produk komponen unit yang termasuk ke dalam empat kategori, yakni reksa dana pendapatan tetap, pasar uang, saham dan campuran.

Semua kategori tersebut memiliki profil risiko yang berbeda-beda, begitu pula dengan masing-masing produk komponen unitnya. Maka penting sekali kenali profil risiko reksa dana sebelum membelinya. Sebab semakin tinggi risiko sebuah produk terdapat bunga yang kian tinggi pula.

Mengingat banyaknya produk yang ditawarkan dengan pilihan return bunga dari kategori dan jenis produk pasti membingungkan para investor pemula terkait manakah yang perlu dibeli dan cocok untuk pemula. Salah satu cara terbaik untuk mengarahkan investor pemula adalah dengan kenali profil risiko reksa dana itu sendiri.

Seperti yang sudah disinggung di atas bahwa profil risiko merupakan sebuah indikator penentu, maka harus disesuaikan dengan profil risiko yang Anda miliki untuk mengetahui seberapa besar toleransi risiko yang terjadi antara Anda dan reksa dana.

Jenis-Jenis Profil Risiko

Biasanya, ada tiga jenis profil risiko sepanjang pengetahuan kenali profil risiko reksa dana. Ketiga risiko tersebut ialah konservatif, moderat dan agresif; dimana masing-masing memiliki tingkat toleransi yang berbeda-beda terhadap risiko yang didapatkan.

Resiko Konservatif

Risiko yang pertama ialah konservatif. Tipe kenali profil risiko reksa dana ini cocok untuk orang yang profil risikonya tidak mampu mentolerir risiko. Artinya profil jenis ini bersifat stabil tanpa ada perubahan ekstrem yang terjadi.

Biasanya investasi jenis ini memiliki return bunga yang rendah. Apabila memiliki profil risiko jenis ini, sebaiknya memilih kategori reksa dana pendapatan tetap atau pasar uang. Meskipun masih bisa memilih kategori campuran atau saham, hanya saja investasi yang dilakukan merupakan porsi paling kecil.

Dalam risiko ini yang perlu diutamakan adalah proporsi di reksa dana jenis pasar uang. Sebab kategori tersebut memiliki profil risiko yang paling rendah dari semua kategori reksa dana yang ada.

Risiko Moderat

Kedua, moderat merupakan kategori dengan profil risiko menengah. Perubahan cukup signifikan yang terjadi pada grafik investasi masih dapat ditoleransi. Untuk jenis ini, produk komponen unit reksa dana yang direkomendasikan ialah reksa dana campuran atau pendapatan tetap.

Bisa saja membeli komponen unit reksa dana kategori reksa dana lainnya, namun dengan proporsi yang lebih sedikit. Akan lebih baik jika memilih fokus mengembangkan proporsi pada reksa dana campuran.

Risiko Agresif

Terakhir kenali profil risiko reksa dana kategori tinggi ialah agresif. Dimana pada profil risiko jenis ini seorang investor dapat disebut sebagai risk taker. Kendati memiliki return bunga yang tinggi, agresif juga memiliki risiko yang sangat tinggi pula.

Sebaiknya pilihlah reksa dana saham atau campuran, dapat pula memilih pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap. Hanya saja lakukanlah dalam porsi kecil, sebagai penyeimbang portofolio investasi yang tengah dilakukan.

Sebagai masukan, meskipun masih dapat berinvestasi di reksa dana lainnya, tetaplah fokus pada reksa dana jenis campuran atau saham dan memaksimalkan proporsi di antara keduanya. Begitulah cara berinvestasi, memilih salah satu kategori profil risiko sebagai patokan.

Sebelum benar-benar membeli reksa dana, penting sekali kenali profil risiko reksa dana untuk mentolerir risiko yang terjadi nantinya. Apabila terlalu takut terjadi risiko signifikan, maka pilihlah kategori konservatif.

Lalu bagaimana cara memilih profil risiko yang tepat? Biasanya sebelum memutuskan membeli produk reksa dana, investor diharuskan mengisi kuesioner untuk menyesuaikan profil risiko sebagai acuan toleransi. Dari hal tersebut dapat disimpulkan opsi kategori mana yang sebaiknya Anda pilih.

Related Posts