Mengenal Apa Itu Resesi Di Suatu Negara

Salah satu kondisi yang menjadi momok menakutkan bagi kehidupan perekonomian suatu negara adalah tatkala mengalami resesi. Indonesia pernah berada pada titik yang satu ini antara tahun 1997 hingga 1999. Dalam rentang waktu tersebut, krisis yang terjadi bahkan menimbulkan peristiwa reformasi.

Anda yang besar atau sudah berkeluarga ketika masa-masa itu, tentu tahu bagaimana keadaan ekonomi yang terjadi. Kekacauan yang ditimbulkan kondisi ini bagi sebagian orang mungkin menjadi sesuatu yang traumatik. Tirto mencatat, bahwa apa yang terjadi saat itu sangatlah kritis. Harga-harga barang naik tinggi dan menjadi pemicu munculnya hiperinflasi. Angkanya bahkan mencapai 77,63 persen.

Pengertian Resesi

Sebenarnya, apa itu resesi? Secara sederhana, Forbes menjelaskan bahwa ini adalah kondisi penurunan kegiatan ekonomi yang sifatnya signifikan. Bukan hanya signifikan, namun juga berlangsung dalam rentang waktu yang panjang. Berbulan-bulan hingga bertahun lamanya.

Umumnya, negara yang mengalami kondisi ini dapat diindikasikan dari berbagai hal yang sangat sederhana dan tampak kasat mata. Misalnya, ketika banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak perusahaan yang turun penjualannya, serta hasil dari praktek ekonomi negara yang secara kolektif menurun.

Penyebab Resesi

Berdasarkan teori ekonomi yang dikemukakan oleh para ahli, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi penyebab resesi. Antara lain:

1. Hutang Berlebihan

Praktek hutang yang dilakukan secara berlebihan, baik oleh individu maupun pelaku bisnis, pada level tertentu dapat sampai pada titik kesulitan atau gagal bayar. Ini dapat menjadi sebab jatuhnya perekonomian jika terjadi pada banyak pihak.

2. Penggelembungan Aset

Sebab yang satu ini berhubungan dengan ekonomi non-riil suatu negara. Yakni apa yang terjadi di pasar saham. Ketika aset yang ada di pasar saham menggelembung, pada titik tertentu ia seperti balon yang bisa meletus. Letusan inilah yang membuat ekonomi hancur.

3. Terlalu Banyak Inflasi atau Deflasi

Inflasi atau naiknya harga, maupun deflasi yakni turunnya harga, dalam level tertentu tak terlalu mengguncang stabilitas ekonomi negara. Namun, jika yang terjadi berlebihan, maka keduanya bisa menjadi salah satu penyebab ambruknya kondisi perekonomian.

4. Fenomena Ekonomi yang Tak Terduga

Ketika wabah Corona melanda, banyak negara yang mengalami resesi. Ekonomi mereka jatuh dan terpuruk karena ada hal yang diluar perhitungan mereka. Tak ada satupun negara yang menduga bahwa akan ada wabah Covid-19 pada tahun 2020 ini.

5. Kemajuan Teknologi

Kemajuan teknologi, meski dapat memberi banyak pengaruh positif, nyatanya dapat juga memicu peristiwa ekonomi krisis ini. Logisnya, ketika muncul teknologi baru, akan ada teknologi lama yang usang.

Padahal, dibalik teknologi yang usang, ada kerja-kerja pengembangannya. Baik dari kalangan korporasi maupun pekerja. Mereka mau tidak mau akan terimbas. Persis tatkala kita menyaksikan banyak perusahan handphone, kamera film, hingga bandar ojek yang terpaksa gulung tikar.

Dampak Resesi

Dampak resesi bagi perekonomian suatu negara jelas sangat buruk. Kekacauan akan terjadi dan jelas merusak stabilitas negara. Ada setidaknya tiga hal sederhana yang bisa membawa dampak langsung bagi Anda masyarakat umum.

1. Sulit Mencari Kerja

Saat kondisi ekonomi ini terjadi, kegiatan perusahaan akan banyak yang menurun. Bahkan, sebagiannya tutup dan bangkrut. Otomatis, peluang bagi para pencari kerja juga menipis. Sehingga jangan harap Anda akan mendapat peluang kerja melimpah di masa kritis seperti ini.

2. Daya Beli Turun

Ketika banyak orang tidak bekerja, imbasnya tentu pada daya tahan dapur keluarga. Anda yang sebelumnya mudah membeli barang ini dan itu, saat tidak bekerja, pasti akan berpikir dua kali kan? Bagaimana jadinya jika banyak orang ada pada kondisi ini?

Daya beli turun adalah konsekuensi yang tak bisa dipisahkan dari keadaan krisis ekonomi yang satu ini.

3. Kemiskinan Meningkat

Kemiskinan jelas pasti meningkat apabila negara berada dalam fase ini. Berbagai pihak yang memprediksi Indonesia bakal diguncang krisis pada tahun 2020 seperti Bank Dunia, memprediksi akan ada pertambahan 5,5 juta warga miskin baru jika Indonesia mengalami krisis ini.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai resesi. Mudah-mudahan ini membantu Anda dalam memahami situasi ekonomi yang berkembang di negara yang Anda tinggali. Semoga perekonomian di negeri kita tercinta ini berada dalam kondisi yang baik.

Related Posts