Mengenal Bisnis Properti Dan Berbagai Istilahnya

Banyak orang sudah sering mendengar kata properti, tetapi sebagian masih belum mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud bisnis properti. Umumnya bila terdapat kata properti akan dikaitkan dengan bentuk investasi. Apabila melihat KBBI, properti adalah sebagaimana yang dianggap banyak orang yakni tanah atau bangunan beserta tanahnya. Ini termasuk sarana prasarana di dalamnya yang menjadi bagian tidak terpisahkan.

Hak kepemilikan terkait properti bisa bersifat kepemilikan pribadi maupun kelompok tertentu. Jadi apabila pengertian properti sekedar dimaknai berupa bangunan dan tanah saja, maka barang aset seperti kendaraan pribadi, televisi dan lainnya tidak dianggap properti. Namun bila khusus berhubungan dengan bangunan dan tanahnya, istilah bisnis real estate juga biasa digunakan.

Apa Yang Dimaksud Bisnis Properti?

Jenis usaha baik secara langsung maupun tak langsung yang berkaitan dengan segala kepentingan banyak orang. Misalnya berhubungan dengan kebutuhan masyarakat, contohnya: Tempat tinggal. Produk properti ini akan memenuhi kebutuhan mendasar banyak orang. Dalam urusan bisnis properti, pihak pemerintah turut andil memajukannya dengan menyediakan sarana perumahan rakyat. Selain itu, pemerintah juga berperan dalam pengurusan surat-surat yang akan memiliki kekuatan hukum.

Bisnis properti dapat memberikan efek berganda, sebab tak hanya bermanfaat bagi pihak pengembang dan kontraktor saja, tetapi juga berdampak bagi konsumen serta dapat pula menggerakkan sektor lain seperti sektor industri produksi bahan bangunan, alat berat, konsultan, perbankan, dan menyerap tenaga kerja. Masyarakat luas pun dapat turut berpartisipasi di dalam bisnis ini dengan menjadi seorang investor properti.

Memperoleh profit/keuntungan menjadi salah satu tujuan bisnis ini. Namun di samping itu, bisnis properti bidang permukiman ada pula yang menitik beratkan tujuannya pada misi sosial. Misalnya usaha pemerintah membantu rakyat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan hunian layak tetapi dengan menerapkan subsidi pembayaran. Selain itu, menanggulangi masalah permukiman pasca bencana alam juga menjadi salah satu tujuan misi sosial di bidang properti.

BACA JUGA :  Fungsi Utama Annual Report Bagi Perusahaan

Jenis investasi terkait bisnis properti bisa dikategorikan menjadi beberapa jenis, yakni hunian (residensial), lahan (tanah), bangunan perkantoran, dan bangunan komersial. Jenis investasi properti berupa lahan (tanah) umumnya akan terkait dengan proses jual beli tanah kosong atau lahan beserta bangunan di atasnya. Namun dapat pula berupa kavling tanah siap bangun. Jenis investasi properti berupa hunian biasanya sudah dilengkapi berbagai prasarana serta sarana. Bisnis hunian tentunya sudah terbangun di atas lahan.

Istilah Properti Indonesia

  • Agen properti adalah pihak yang menjadi jembatan antara pembeli dan penjual properti. Agen properti biasanya berupa perusahaan jasa.
  • Agunan adalah aset yang dimiliki pihak peminjam dan dititipkan pada bank. Agunan nantinya akan diambil bank apabila pihak peminjam gagal membayar cicilan. Ketika pengajuan KPR, agunan yang biasanya diberikan pada bank yaitu sertifikat tanah.
  • AJB (Akta Jual Beli) adalah surat yang menjadi bukti dalam bisnis properti bahwa sebuah properti telah dipindah tangankan berdasarkan kegiatan jual beli, dari pihak satu ke pihak lainnya.
  • Amortisasi adalah pengurangan hutang yang berjalan dengan membayarkan hutang dengan cara tetap tetapi dengan jumlah sama. Dengan amortisasi, membayar hutang terdiri dari pembayaran pokok dan bunganya.
  • Anami adalah apartemen sederhana dengan hak milik. Hunian vertikal yang lebih tinggi kelasnya daripada rusunami, akan tetapi lebih rendah dari apartemen komersial.
  • Anchor tenant merupakan pihak penyewa ruko maupun penyewa ruang properti komersial contohnya mall.
  • Anuitas rest adalah pengurangan beban atas bunga efektif dalam periode tahunan. Apabila debitur membayarkan uang lebih agar pokok kredit berkurang, maka otomatis akan mendapatkan pengurangan beban. Selain itu, waktu pelunasan menjadi berakhir cepat dari masa cicilan yang sejujurnya.
  • Arus Kas atau yang biasa juga disebut Cash Flow adalah laporan tentang aliran dana yang masuk serta aliran dana yang keluar selama periode tertentu.
  • Broker adalah orang yang menjadi penghubung antara pembeli properti dengan pemilik properti yang akan melakukan penjualan. Broker biasanya mendapatkan keuntungan berupa komisi berdasarkan kesepakatan.
  • Bubble properti adalah kondisi bisnis properti yang menggambarkan peningkatan harga properti dalam suatu kawasan. Dalam bubble properti harganya cenderung tak realistis disebabkan meningkatnya spekulasi dan permintaan.
  • Bunga mengambang atau yang biasanya disebut floating rate adalah suku bunga yang besarannya berbeda dan penentuannya berdasarkan BI (Bank Indonesia).
  • Bunga tetap atau yang biasanya disebut fix rate adalah suku bunga yang besarannya tetap sampai tenor selesai.
  • Tenor adalah jangka waktu untuk membayar cicilan kredit.
  • Capital Gain adalah besaran laba bisnis properti atau keuntungan dari penjualan aset properti dibanding dengan harga ketika membeli.
  • Cluster adalah lingkungan dimana terdapat sekelompok rumah tapak dengan konsep dan ukuran sama. Cluster umumnya dilengkapi fasilitas one-gate system.
  • HGB singkatan dari Hak Guna Bangunan, berupa sertifikat yang diberikan pemerintah pada perusahaan pengelola bisnis properti agar dapat mengelola lahan.
  • SHM singkatan dari Surat Hak Milik yang berupa sertifikat dengan masa berlaku yang wajib diperpanjang dalam kurun waktu tertentu.
  • HGU singkatan dari Hak Guna Usaha, merupakan hak yang dimiliki seseorang untuk mengadakan aktivitas perkebunan, peternakan, maupun perikanan di tanah milik negara.
  • HPL merupakan hak untuk menguasai serta mengolah tanah milik Negara. Si pemilik hak bisa juga menyerahkan pada pihak ke-3 untuk mengolah tanah bersama-sama.
  • IMB singkatan dari Izin Mendirikan Bangunan. Surat izin ini diberikan pada perorangan maupun badan hukum dan dijadikan landasan pelaksanaan pembangunan properti.
  • Indent merupakan sistem pembelian namun menunggu lebih dahulu. Bila dalam pembelian sebuah properti, maka pihak pembeli harus menunggu sampai properti tersebut siap huni.
  • IPB singkatan dari Izin Penggunaan Bangunan, yakni izin bagi perorangan maupun badan hukum sesudah selesai pembangunan properti sesuai IMB.
  • KDB singkatan dari Koefisien Dasar Bangunan yang merupakan persentase perbandingan antara luas keseluruhan area yang dapat dibangun dengan luas area tersedia.
  • KLB singkatan dari Koefisien Lantai Bangunan. Ini merupakan perbandingan persentase luas area tersedia dengan lantai yang boleh dibangun. KLB biasanya berlaku pada bangunan vertikal.
  • KMB singkatan dari Kelayakan Menggunakan Bangunan atau yang biasa dikenal pula sebagai SLF (Sertifikat Laik Fungsi). Ini merupakan izin dari Pemerintah Daerah pada bangunan. Izin ini akan diberikan sesudah diadakan pemeriksaan kondisi bangunan, benarkah layak digunakan?
  • Kopel merupakan 2 rumah berderet dalam bisnis properti tetapi dengan 1 desain dan hanya dipisah oleh dinding tetapi menggunakan 1 atap.

Related Posts