Perbedaan Mudik Dan Pulang Kampung

Perbedaan Mudik Dan Pulang Kampung

Sekarang ini lagi booming berkaitan tentang larangan mudik yang digunakan sebagai salah satu cara memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Namun masih ada sebagian kalangan yang melanggar dan tetap mudik ke kampung halaman dengan beberapa dalil.

Diantaranya mereka berpikiran bahwa ada perbedaan mudik dan pulang kampung, sehingga mereka bersikeras untuk tetap pulang. Lucu memang jika dikaitkan dengan banyak sektor yang berusaha sekuat tenaga mencegah penyebaran virus covid-19, namun sebagian kalangan dengan dalih kepandaiannya menjadikan hal itu seolah mainan.

Perbedaan Mudik Dan Pulang Kampung Menurut Presiden Jokowi Dan Ahli Bahasa UI

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa mudik dan pulang kampung berbeda arti. Prof. Dr. Rahayu Surtiati Hidayah, yang merupakan ahli bahasa dari Universitas Indonesia sependapat dengan Presiden kita. Bahkan memang ada perbedaan mudik dan pulang kampung, jadi tidak sama artinya seperti yang tercantum di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Penjelasan dari pernyataan yang ada di KBBI yang dimutakhirkan terakhir di Oktober 2019 kemarin menyebutkan bahwa pulang kampung serta mudik memiliki arti yang sama. Pertama, arti mudik adalah berlayar, pergi ke udik atau hulu sungai, juga pedalaman.

Kedua, arti mudik adalah pulang menuju kampung halaman bahkan dijelaskan seminggu menjelang lebaran. Tetapi kenyataannya mudik yang diberi arti pulang ke kampung adalah bahasa percakapan.

“Memang berbeda artinya mudik dan pulang kampung. Umumnya pembaca masih kurang cermat. Dalam KBBI tertulis v cak dan cak sendiri merupakan sebuah percakapan,” kata Prof. Rahayu pada perbincangan bersama detikcom di kamis (23/4/2020).

Jelas menurut Prof. Rahayu, sebagai bahasa percakapan memang anti kaidah. Karena arti dari pulang kampung berbeda dengan mudik, tetapi hal itu sering digunakan dalam bahasa percakapan. Jadi lebih jelasnya disini adalah:

Mudik artinya adalah pergi ke uduk atau hulu. Sedangkan arti pulang kampung sendiri adalah kembali ke kampung halaman.

Prof. Rahayu mengungkapkan bahwa mungkin Presiden Jokowi melakukan pembatasan dalam penggunaan kata mudik melingkup konteks Idul Fitri. Sementara pulang kampung tidaklah berkaitan dengan Idul Fitri.

“Mungkin sebab dulu sebagian besar wilayah di Indonesia bentuknya kampung, sehingga banyak masyarakat yang lahir di kampung (halaman). Serta banyak para pekerja yang ke Jakarta dan meninggalkan keluarga di kampung,” lanjut Prof. Rahayu.

Perbedaan Mudik Dan Pulang Kampung Menurut Para Ahli

Perbedaan mudik dan pulang kampung ditinjau dari para ahli memang cukup beraneka ragam, yaitu:

Devie Rahmawati

Dosen sekaligus peneliti tetap pada Program Vokasi Humas UI ini mengungkapkan bahwa, “mudik merupakan tradisi yang dilakukan para migran untuk kembali ke kampung halaman satu tahun sekali dan biasanya bertepatan perayaan hari besar keagamaan misalkan, lebaran. Sedangkan untuk pulang kampung bisa dilaksanakan bukan hanya satu tahun sekali”. Maka beliau mempunyai pendapat bahwa mudik dan pulang kampung memang mempunyai arti yang berbeda.

Prof. Effendi Gazali, MPS ID., Ph. D.

Seorang peneliti bidang komunikasi dan pengajar serta pembimbing Disertasi Program Pascasarjana UI ini mengungkapkan bahwa, “ dia setuju dengan arti mudik yang tertera di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang telah dimutakhirkan terakhir di Bulan Oktober 2019 kemarin berkaitan perbedaan mudik dan pulang kampung.

Arti kata mudik disana ada dua, yakni pergi, berlayar, ke udik atau hulu sungai, pedalaman beserta pulang ke kampung halaman.” Beliau jelas mengikuti arti yang tertera di KBBI dan menyebutkan bahwa semuanya masih tetap bisa diubah serta diperbaiki (berkaitan dengan perbedaan mudik dan pulang kampung).

Dari banyak pernyataan perbedaan mudik dan pulang kampung di atas, bisa di ambil garis besar bahwa mudik dan pulang kampung mempunyai arti yang sama sesuai dengan penjelasan yang ada di KBBI, namun mempunyai perbedaan jika dilihat dari segi penggunaan kata percakapan dengan adanya v cax, yang mana v cax memang anti kaidah, jadi tidak bisa disama artikan.

Related Posts