Tips Menghadapi Pelanggan Yang Emosi

Tips Menghadapi Pelanggan Yang Emosi

Berikut tips menghadapi pelanggan yang emosi atau kecewa. Sebagai pengusaha bertemu dengan pelanggan yang kecewa adalah hal yang harus dihadapi. Kita sebagai pengusaha juga harus mengerti posisi sebagai pelanggan yang sedang kecewa. Maka dari itu menanggapi pelanggan yang sedah emosi penting untuk dilakukan untuk kelangsungan perkembangan usaha Anda.

Menangani pelanggan yang marah adalah tantangan setiap perusahaan baik itu melalui media telepon, maupun berhadapan langsung dengan yang bersangkutan. Biasanya orang (Costumer Service) yang berhadapan dengan pelanggan juga akan merasa stress dan frustrasi, sehingga tidak sedikit pekerja yang berhenti dikarenakan tidak dapat menahan stress karena selalu menghadapi pelanggan yang emosi.

Menghadapi Pelanggan Yang Emosi

Selama bertahun-tahun menjadi seorang pengusaha, dipastikan akan ada banyak menghadapi berbagai jenis komplain pelanggan mulai dari yang agresif sampai dengan yang biasa saja. Akan tetapi kita harus selalu menanggapi dengan baik dan selalu memberikan solusi untuk setiap persoalan yang ada. Berikut beberapa tips yang dapat dipraktekan oleh seorang CS atau para pengusaha untuk menghadapi pelanggan yang marah.

Tetap Tenang dan Jangan Terbawa Emosi

Tetaplah tenang dalam berkomunikasi dengan pelanggan yang marah, meski terkadang ada dorongan untuk malas mendengar tutur kata yang kasar dari pelanggan. Memang tidak ada yang suka untuk dimarahi oleh pelanggan akan tetapi dengan mendengarkan mereka kita dapan mencari solusi yang tepat untuk di setujui kedua pihak. Pelanggan perlu diberikan sikap simpati dan bantuan jangan memberikan keramahan palsu atau kata kata yang tidak perlu dikarenakan dapan memancing kemarahan lebih jauh lagi.

Mendengarkan Kekecewaan Pelanggan

Ketika sudah tenang, maka Anda harus mendengarkan apa yang menjadi permasalah pelanggan. Pelanggan hanya membutuhkan tempat untuk meluapkan kekesalan mereka. Artinya kita di harapkan untuk mendengarkan mereka dengan baik dan fokus kepada pelanggan Anda dan jangan biarkan hal hal kecil menggangu konsentrasi Anda dengan pelanggan. Hal ini agar pelanggan Anda bisa tenang.

BACA JUGA :  Alasan Untuk Anda Tetap Rajin Menulis Agenda Harian

Ketika pembicaraan sudah selesai, maka rangkumlah semua pembicaraan dan ajukan beberapa pertanyaan untuk memperjelas situasinya sehingga dapat membuat solusi untuk diberikan kepada pelanggan.

Meminta Maaf dan Berikan Solusi

Untuk mengakhiri percakan yang penuh emosi tersebut sebuah permintaan maaf harus dilakukan terlebih dahulu supaya pelanggan mengerti jika kita sudah menerima komplenan dengan baik. Kata kata seperti “Sebelumnya kami meminta maaf untuk masalah ini” atau “Mohon maaf yang sebesar besarnya jika produk / jasa kami kurang berkenan” harus diberitahukan di depan sebelum Anda menawarkan solusi.

Ketika kita sudah mendengarkan dengan baik semua keluhan pelanggan Anda, sekarang saat nya memberikan sebuah solusi atau lebih supaya dapat terjadi penyelesaian yang baik antara kedua belah pihak. Contoh solusi yang biasanya diberikan adalah memberi diskon, voucher atau memberikan refund (pengembalian uang secara penuh kepada pelanggan Anda).

Terima Kasih dan Salam

Jika solusi sudah diterima oleh pelanggan Anda, maka jangan mengurangi keramahan Anda dengan pelanggan. Tetap memberikan salam dengan tersenyum dan ucapkan terima kasih. Kedepannya pelanggan yang kecewa ini mungkin akan kembali menjadi calon konsumen perusahaan Anda atau mereka juga dapat memberikan referensi yang baik kepada orang terdekatnya.

Kesimpulannya bahwa setiap pelanggan memiliki hak untuk kecewa dan komplen kepada sebuah perusahaan yang menawarkan barang dan jasa. Oleh sebab itu penting bagi setiap perusahaan untuk memberikan SOP komplain terhadap Customer Service sehingga semua komplain dapat diselesaikan dengan baik tanpa adanya kekecewaan lebih lanjut lagi. Hal ini dapat membuat pelanggan yang kecewa bisa merasa senang dan dapat kembali membeli produk dan jasa yang Anda tawarkan.

Perlu diingat bahwa keluhan para pelanggan ini mungkin menjadi refleksi untuk perusahaan Anda, sehingga Anda dapat mengembangkan usaha lebih baik lagi kedepannya. Jika Kasus permasalahannya berat, maka Customer Service Anda dapat berkonsultasi dengan bagian terkait seperti Manager untuk berdiskusi tentang solusi yang bisa diambil. Sekian pembahasan mengenai tips menghadapi pelanggan yang emosi.

Related Posts